Monday, 18 July 2016

Lelah (Puisi)

Lelah

Tubuh ku lelah tuk terus menantang masa depan.
Kaki ku lelah tuk melangkah.
Tangan ku lelah tuk mengukir masa depan.
Mataku lelah tuk menatap jauh ke depan.
Mulut ku lelah tuk berbicara.

Butiran keringat darah yg jatuh.
Adalah wujud perjuanganku.
Sering aku mengeluh.
Saat aku jatuh, Saat aku rapuh.

Aku bertanya pada awan
kemana bidadari yang dulu pernah menyemangati ketika ku lelah
Menghiburku ketika ku sendiri
Dan tempat untuk ku mencurahkan hati

Tapi... Yang ada hanya langit biru
Yang hanya... diam membisu
Seolah tak mau tahu
Bahkan ketika hati ini menyimpan rindu

Kini... Aku tak perduli
Biarkan saja aku berjalan sendiri
Tercabik oleh kepedihan
Dan di tinggalkan oleh harapan

Kenapa harus takut?
Bukankah dunia bukan untuk seorang pengecut
Yang diam diantara makian
Dan berjalan bersama hinaan

Jangan hidup
Dengan hati yang telah mati
Jangan bersandar
Walau kaki tak kuat untuk berlari

Dan hidup itu.........
Adalah kata lain dari perjuangan

No comments:

Post a Comment